Zerre, Pendekar Ufuk Timur: Memotret Papua dalam Bingkai Film

Zerre, Pendekar Ufuk Timur: Memotret Papua dalam Bingkai FilmPara aktor Film Pendekar Ufuk Timur usai jumpa pers dengan awak media di Jogja, Sabtu (9/10). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
10 Oktober 2021 09:17 WIB Abdul Hamied Razak Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Film Zerre Pendekar Ufuk Timur, yang mulai tayang di bioskop di seluruh Indonesia tidak hanya menyemarakkan event akbar bangsa Indonesia, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua. Film ini juga berkisah juga tentang keindahan tanah papua dan keramahan masyarakatnya.

"Awalnya saya sempat khawatir, tapi setelah ke Papua, kondisinya tidak sesuai dengan stigma orang Papua selama ini," kata Aditya Zoni, salah seorang aktor film garapan PT Kalachakra Multi Sinema itu saat jumpa pers, Sabtu (9/10/2021).

Berperan sebagai Drio sosok antagonis, Aditya bahkan belajar dialek Papua selama dua bulan. Ia juga belajar pancak silat selama tiga bulan sebelum syuting. Meski dikemas dalam film action namun keindahan alam Papua tak bisa dipisahkan.

"Kami syuting di beberapa lokasi yang semua tempatnya bagus banget. Aku beruntung karena alamnya indah dan orang-orangnya ramah," katanya.

Pendapatnya diamini oleh Yudas Alep Itlay, pemeran Zerre. Pemuda asli Papua ini mengatakan film ini menunjukkan betapa luar biasanya keindahan alam Papua. Banyak objek yang belum terjamah dan dikembangkan. Seperti Pos Lintas Batas Merauke dengan Papua Nugini, Telaga Biru di Biak, Gunung Pasir Putih di Wamena, Air Terjun Kampung Harapan hingga beberapa objek wisata lainnya di Jayapura.

"Film ini menunjukkan keindahan Papua yang luar biasa. Pokoknya indah dan harapannya terangkat untuk dikunjungi. Ada Kali Biru yang airnya bening sekali. Ada pantai BSG yang potensinya luar biasa seperti Bali," katanya.

Selain wisata, lanjut Yudas, film ini juga mengusung pesan pendidikan bagaimana mengajak masyarakat untuk meningkatkan pendidikannya. "Menumbuh kembangkan kemauan belajar masyarakat dan harapannya bisa memberi inspirasi bagi generasi muda," katanya.

Sutradara R Jiwo Kuswoyo mengatakan, selain Aditya dan Yudas, film yang mulai tayang di bioskop sejak 7 Oktober lalu atau bertepatan dengan kegiatan PON Papua juga menghadirkan Yama Carlos, Dita Samantha, Aisyah Aqila hingga Emil Kusumo.

Film ini, lanjutnya, bercerita tentang Zerre seorang pemuda Papua yang berusaha kuat menjadi atlet peraih juara pencak silat PON. Namun, di perjalanan hidupnya, ia harus menghadapi situasi pelik, berjuang melawan sindikat kejahatan narkoba dan human traficking.

Sosok Yudas sendiri, lanjutnya, memiliki talenta dan karakter yang kuat. Yudas juga dinilai mampu menjadi icon SDM Papua.

"Banyak aksi yang ditampilkan dalam film seperti perkelahian dan seni bela diri. Banyak juga pesan toleransi dan sportifitas yang diangkat dalam film ini. Termasuk melihat kondisi anak-anak transmigran Papua," kata Jiwo.