LSF RI Sensor 39.000 Judul Film & Sinetron, Termasuk Ikatan Cinta

LSF RI Sensor 39.000 Judul Film & Sinetron, Termasuk Ikatan CintaArya Saloka dan Amanda Manopo dalam sinetron Ikatan Cinta. - Ist/dok
09 November 2021 23:47 WIB Ponco Suseno Hiburan Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia (RI) telah menyensor sedikitnya 39.000 judul film sejak Januari 2021 hingga sekarang. Di antara sinetron di televisi yang terkena sensor adalah Ikatan Cinta.

Wakil Ketua LSF RI, Ervan Ismail, mengatakan lembaga sensor ditujukan untuk menjaga moral di tengah masyarakat.

"Saat ini, sudah ada 39.000 judul [yang disensor LSF RI]. Itu termasuk iklan di televisi. Ikatan Cinta juga ada yang disensor [beberapa bagian] karena ada kata-kata kasar," kata Ervan Ismail, saat ditemui wartawan di Candirejo, Kecamatan Ngawen, Selasa (9/11/2021).

LSF RI juga pernah menolak sebanyak 16 film ditayangkan di Tanah Air.

"Dalam menyensor, kami ajak berdialog juga [pihak yang membikin film atau sinetron]," katanya.

LSF RI gencar mengajak masyarakat agar melek informasi terkait tontonan televisi yang layak ditonton. Tontotan yang baik perlu menghindari kekerasan, hal-hal berbau seksual, dan lainnya.

Di samping itu, LSF RI juga mencanangkan desa sensor mandiri. Di Tanah Air, terdapat tiga desa yang dijadikan pilot project. Selain Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, desa sensor mandiri juga dicanangkan di Ciamis (Jabar) dan Madiun (Jatim).

"Sebelum mencanangkan desa sensor mandiri di Candirejo, Ngawen ini, kami sudah bertemu dengan Gubernur Jateng juga. Desa yang terpilih sudah ada program-program yang telah dilaksanakan dengan baik di waktu sebelumnya. Misalnya, program keluarga berencana (KB), dan lainnya. Saat ini, kami memang baru mengawasi tontotan di televisi. Sedangkan, tontotan di Youtube atau pun media sosial (medsos) belum," katanya.

Camat Ngawen, Anna Fajria Hidayati, mengatakan tontotan yang dapat diakses di era modern perlu dipantau.

"Saat ini, tontonan di Android [Youtube dan medsos] perlu diawasi juga. Yang di Android itu kan susah diawasi. Semoga, ada formula jitu untuk pengawasan tersebut. Kalau di televisi, orangtua kan masih bisa mendampingi anak-anak [saat menonton televisi]," kata Anna Fajria Hidayati.