Ternyata Dian Sastro Pernah Ditolak Bank Saat Ajukan KPR

Ternyata Dian Sastro Pernah Ditolak Bank Saat Ajukan KPRDian Sastrowardoyo saat perekaman suara untuk fitur navigasi Waze - Waze
11 November 2021 02:37 WIB Aziz Rahardyan Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Artis Diandra Paramitha Sastrowardoyo atau Dian Sastro curhat soal diskriminasi perbankan soal pengajuan kredit dari pekerja sektor informal dan pekerja kreatif.

Hal ini diungkapnya ketika menghadiri peluncuran platform pengecekan kredit secara personal 'MyIdScore' besutan lembaga pengelola informasi perkreditan PT PEFINDO Biro Kredit (IdScore), Rabu (10/11/2021).

Muncul sebagai narasumber bersama Direktur Utama IdScore, Yohanes Arts Abimanyu, jawaban aktris sekaliber Dian ketika ditanya soal credit scoring untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) ternyata mengejutkan.

"Aku pun sempet ditolak bank waktu mengajukan KPR, dulu waktu awal-awal karier. Apalagi waktu itu masih ketat banget [syarat] soal gaji tetap. Makanya, kalau diperhatikan teman-teman aktor atau pekerja seni seperti aku, beli properti itu, ya, hard cash. Harus nabung dulu sampai uangnya cukup," ungkap wanita yang identik dengan karakter Cinta di film Ada Apa dengan Cinta? ini.

Oleh sebab itu, Dian mengaku relevan dengan inovasi seperti platform seperti MyIdScore yang bisa membantu perseorangan mengecek track record dan credit score miliknya, sebagai bahan analisis pribadi ketika ingin mengajukan kredit untuk memulai bisnis atau membeli properti.

"Saya ingat betul dulu harus ngumpulin dulu berkas-berkas kontrak beberapa tahun ke belakang dan membuat analisis pihak bank jadi beda dan lama. Kalau bisa melihat kredit skor sendiri, kita jadi tahu apa yang harus diperbaiki, supaya enggak berkali-kali ditolak pinjamannya oleh bank," tambahnya.

Yohanes Arts Abimanyu menambahkan lebih lanjut bahwa di lapangan, pekerja informal dan pekerja kreatif terkadang memang lebih sulit untuk mengajukan pinjaman bernilai besar di perbankan.

Apalagi, sebelum ada platform pengecekan kredit personal seperti MyIdScore, terkadang ada saja riwayat keuangan yang terlewat untuk diurus, sehingga membuat credit score jelek. Misalnya, memiliki banyak kartu kredit dan lupa membayar salah satunya, atau masih memiliki pinjaman di tempat lain yang harus terlebih dulu dilunasi.

"Jadi, lewat MyIdScore ini, calon peminjam bisa mengukur tingkat kelayakan kreditnya, seberapa besar peluang pengajuan pinjaman disetujui, dan bisa menjadi bahan evaluasi terkait apa-apa saja track record keuangan kita yang perlu dibenahi," jelasnya.

Sebelumnya, pengecekan riwayat kredit lebih dikenal dengan istilah 'BI Checking' atau terkini Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana individu harus mengaksesnya secara manual melalui regulator dengan proses yang membutuhkan waktu.

Setelah keluar pun hanya menerima informasi laporan kredit historis standar, tanpa kredit skor. Oleh sebab itu, MyIdScore mengakomodasi kredit skor secara detail dalam hitungan menit setelah memasuki website www.myidscore.id, mengisi data diri, dan berlangganan.

Ada tiga paket yang disediakan untuk mengakses layanan MyIdScore, yaitu free report (gratis 1x / tahun pertama), Silver Report (Rp75.000 untuk 1x pengecekan), Gold Report (Rp125.000 untuk 3x pengecekan dalam tiga bulan), atau Platinum Report (Rp175.000 untuk 3x pengecekan dalam satu tahun).

Skoring yang digunakan MyIdScore berkisar antara 250 hingga 900, dan berbanding terbalik dengan risiko kredit.
Makin tinggi skor, maka makin rendah risiko kredit dan makin besar kemungkinan kredit disetujui.

Angka skor pun lebih akurat dan relevan karena dihitung dari data kredit nasional sumber yang terpercaya seperti OJK, dan sumber data lainnya.

Selain itu, laporan kredit yang berisi informasi debitur lengkap seperti identitas, profil, kredit historis dan riwayat pembayarannya, serta fasilitas kredit yang dimiliki hingga kemungkinan gagal bayar ataupun informasi
lainnya.

PEFINDO Biro Kredit menjamin keamanan dan kerahasiaan data nasabah, dengan sistem teknologi informasi (IT) yang handal dan teruji melalui sistem verifikasi yang terpadu hingga tata kelola keamanan berstandar internasional ISO 27001.

Ke depan, selain terintegrasi dengan SLIK OJK, nantinya MyIdScore akan turut terkoneksi dengan alternatif skor kredit lainnya, seperti transaksi telekomunikasi dan track record dari aktivitas di platform teknologi finansial (tekfin/fintech).

Sumber : JIBI/Bisnis.com