Promosikan Film Alang-Alang, Aksa Bumi Langit Roadshow di 5 Kota

Promosikan Film Alang-Alang, Aksa Bumi Langit Roadshow di 5 KotaPromosi film Alang/Alang/Ist
11 November 2021 16:37 WIB Media Digital Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Huda, seorang anak kecil yang terpaksa mencuri ikan di tempat pelelangan ikan untuk bertahan hidup. Ia meninggalkan rumah setelah ibunya meninggal ditambah dengan perlakuan kasar dari ayahnya. Kerasnya hidup di pelelangan membuat Huda semakin ingin mewujudkan keinginanya, medapatkan ikan berwujud emas di laut. Pada akhirnya, seorang anak seperti Huda kehabisan pilihan dan berjuang mencari ikan berwujud emas dalam keputusasaan.

Film “Alang-Alang” merupakan film ke-3 yang diproduksi oleh rumah produksi Aksa Bumi Langit yang rencananya akan diikutsertakan dalam festival-festival internasional dan rilis di bioskop Indonesia pada kuartal II 2022. Film ini dibuat di Kota Pekalongan sebagai salah satu kota yang mempunyai histori tempat pelelangan ikan terbesar di Indonesia. Film ini diperankan oleh beberapa pemain film level nasional dan beberapa aktor lokal.

Dalam rangka memperkenalkan film ‘Alang-Alang’ kepada penonton film di Indonesia, rumah produksi Aksa Bumi Langit melakukan roadshow di 5 kota, yaitu Bandung (7 November), Malang (9 November), Yogyakarta (11 November), Semarang (15 November) dan Pekalongan (17 November). Chandra Sembiring, selaku produser, menyampaikan bahwa proses promosi ini dibuat dalam konsep workshop bersama para filmmaker dan mengajak para penggemar film dan para komunitas di kota-kota tersebut dengan berbagi dan sharing terkait proses yang dialami oleh tim Aksa Bumi Langit dalam proses perwujudan film “Alang-Alang”.

“Dalam roadshow yang kita selenggarakan, diadakan workshop yang dilakukan oleh para filmmaker seperti Yudi Datau tentang sinematografi lanskap urban, Tatam terkait proses metamorfosis dokumenter menjadi film fiksi “Alang-Alang”, Putri Ayudya terkait bagaimana mencari pemeran dan proses seni peran di film Alang-Alang, serta proses produksi yang dilakukan terkait minimasi carbon footprint selama proses produksi. Selain itu, kita juga mengadakan acara ketemu dan bincang-bincang dengan para kru dan pemain di tiap-tiap kota tersebut,” tutur Chandra.


Gagasan film “Alang-Alang” diawali dari penulis sekaligus sutradara Khusnul Khitam yang membuat dokumenter terkait ‘Alang-Alang’, istilah untuk anak-anak pencuri ikan di tempat pelelangan ikan di Kota Pekalongan di tahun 2005. Sejak 2010, Tatam (panggilan akrab Khusnul Khitam), mulai menulis cerita untuk film fiksi “Alang-Alang” sebelum akhirnya bertemu dengan Chandra Sembiring, produser film Alang-Alang, bersama rumah produksi Aksa Bumi Langit di tahun 2020 dan telah berhasil menyelesaikan proses syuting di bulan Maret 2021 di Kota Pekalongan.

“Harapan kita, film Alang-Alang dapat mengajak seluruh kita, terutama orang dewasa, untuk lebih menyadari dan terpanggil untuk berperan dalam mendukung seluruh anak-anak di sekitar kita untuk memiliki harapan baik akan masa depan mereka. Proses ini dapat terselenggara dengan kerjasama yang apik dan proses kreatif yang penuh diskusi dengan semangat yang sama mewujudkan film ini,” tutur Tatam.