Advertisement

Museum Bisa Lebih Ramah Milenial dengan Media Visual Interaktif

Galih Eko Kurniawan
Minggu, 12 Desember 2021 - 16:27 WIB
Galih Eko Kurniawan
Museum Bisa Lebih Ramah Milenial dengan Media Visual Interaktif temu wicara bertajuk Cahaya dari Museum yang menjadi rangkaian kegiatan Sumonar 2021 di Pendopo Ajiyasa Jogja National Museum (JNM), Sabtu (11/12/2021). - Harian Jogja - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Ketertarikan kaum milenial terhadap museum bisa dibangun dengan menempatkan media visual interaktif. Media visual interaktif bisa memberikan pengalaman baru atau new experience sesuai dengan karakteristik anak muda zaman sekarang.

Product Manager Visual Instrument PT Epson Indonesia Muhammad Noval memaparkan generasi Y dan Z sebagai pembawa tren yang kuat memiliki karakteristik penutur digital, ketertarikan dengan sosial media tinggi, pembelajar sendiri, interaktif serta fleksibel.

“Tertarik dengan pengalaman baru, belajar, eksplorasi, dan membagi ke orang-orang, dan di sini lah museum bisa masuk lewat tema-tema yang interaktif,” ujarnya dalam temu wicara bertajuk Cahaya dari Museum yang menjadi rangkaian kegiatan Sumonar 2021 di Pendopo Ajiyasa Jogja National Museum (JNM), Sabtu (11/12/2021).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Noval mengungkapkan ada sejumlah alasan orang pergi ke museum. Pertama, museum sebagai media edukasi untuk belajar sesuatu yang baru. Alasan lainnya, museum menjadi pusat sejarah, media belajar kebudayaan, menjadi inspirasi untuk anak muda mendapatkan pandangan baru serta interaksi.

Epson hadir untuk membantu museum mewujudkan proyeksi visual sebagai pengalaman media. Proyeksi visual dipilih karena tidak terbatas fasad, pemeliharaan mudah, dan aksesnya juga gampang.

Beragam peralatan disediakan Epson untuk menghadirkan pengalaman baru bermedia, seperti lighting projectors, laser light sources, ultra short throw, yang bisa dipilih untuk beragam kebutuhan museum.

Direktur Museum Ullen Sentalu Daniel Haryono menjelaskan beragam program yang ada di Ullen Sentalu, antara lain program hidup, menghidupkan benda yang ada di museum bukan sekadar artefak.

Dia berupaya mengangkat Museum Ullen Sentalu bukan sekadar museum konvensional yang memamerkan dan memberikan informasi tentang koleksi melainkan memberikan pengalaman kepada pengunjung.

Salah satunya, dengan membuat museum sebagai venue. Namun, ia memastikan kegiatan yang ada di Museum Ullen Sentalu selalu berkaitan dengan visi dan misi museum.

Advertisement

Sejumlah perhelatan yang pernah diadakan di Ullen Sentalu, antara lain, ICCT Dunia Batik, World of Arcaheological Wonders (WOW), dan Asia Tri. “Kami juga menampilkan pertunjukan di museum,” ucapnya.

Project Director Sumonar Ishari Sahida yang akrab disapa Ari Wulu mengungkapkan Sumonar sengaja mengundang orang yang bergerak di bidang kearsipan kebendaan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya untuk memberikan hal yang lebih baik.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Singgah Salat ke Masjid di Kulonprogo, Uang Puluhan Juta di Jok Motor Raib

Kulonprogo
| Kamis, 06 Oktober 2022, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Lesti Kejora Alami KDRT, Rizky Billar Mangkir dari Panggilan Polisi

Hiburan
| Kamis, 06 Oktober 2022, 15:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement