Advertisement

Token Kripto ASIX Tuai Pro Kontra, Anang Hermansyah Buka Suara

Bernadheta Dian Saraswati
Jum'at, 11 Februari 2022 - 15:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Token Kripto ASIX Tuai Pro Kontra, Anang Hermansyah Buka Suara Anang Hermansyah. - Suara.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-Token kripto ASIX milik Anang Hermansyah menuai sorotan tajam. Belakangan heboh di media sosial bahwa Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti mengatakan token tersebut dilarang diperdagangkan.

"Selamat siang, dapat kami sampaikan bahwa token ASIX dilarang untuk diperdagangkan karena tidak termasuk dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia sesuai Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020," tulis akun InfoBappebti, Kamis (10/2/2022).

Beredarnya cuitan Bappebti itu langsung membuat netizen heboh. Mereka pun memberikan kritik pedas pada Anang Hermansyah.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Mendengar sederet kabar tersebut, Anang Hermansyah langsung membuat klarifikasi. Anang secara tegas mengatakan bahwa token ASIX bukan dilarang diperdagangkan, tapi belum bisa diperdagangkan di exchanger Kripto Indonesia, karena sedang dalam proses daftar ke Bappebti.

"Sehingga saat ini belum masuk ke daftar 229 aset kripto yang terdaftar di Indonesia. Perlu diketahui bersama bahwa perdagangan kripto itu ada dua cara; pertama melalui dex (dexentralize exchange) dan cex (centralize exchange), dan saat ini asix token hanya bisa diperjualbelikan di dex yang bernama Pancake Swap," tulis Anang Hermansyah, Kamis (10/2/2022).

Baca juga: Alun-Alun Utara Jogja Dijual dengan Mata Uang Kripto

Suami Ashanty tersebut mengatakan bahwa ASIX saat ini sedang dalam proses pendaftaran di sebuah exchanger dalam negeri.

"Menindaklanjuti berita yang beredar hari ini, Salah satu persyaratan utk daftar di Bappebti (syarat marketcap) adalah kita harus mencapai market cap peringkat 500 di market internasional, dan adanya asix di pancakeswap merupakan bagian dari proses pencapaian marketcap tersebut," ujar Anang.

Advertisement

"Kami dari tim ASIX sudah menyiapkan Road Map and Future Plan untuk ASIX. Salah satunya adalah dengan membawa games Play to Earn yang mengangkat budaya Indonesia seperti congklak, we are Papua, Bola bekel, Layangan Battlefield, dan Komodo Legend. Untuk selanjutnya, kami juga sudah menyiapkan Marketplace NFT (Non Fungible Token) yang kami namakan Pasar NFT," imbuhnya.

Sederet netizen lantas ikut heboh mengomentari klarifikasi Anang Hermansyah tersebut.

Advertisement

"Budayakan belajar crypto dulu sebelum nyemplung trading crypto (apalagi defi coins) ya," komentar netizen.

"Tetep semangat Asix to the moon," timpal lainnya.

"Maaf tapi barusan sya nonton youtub ustad Adi Hidayat mengatakan big coin atau kripto atau sejenisnya masih haram dlm Islam karena nilai alat tukar yg tdk seimbang, dlm Islam nilai tukar menukar barang harus seimbang seberapa besar barang yg di tukarkan dan barang itu seimbang juga besarnya, dan harus mempunyai kemashalatan dulu maaf," tulis lainnya. 

"Setidaknya sementara ini Bappebti sudah me warning masyarakat," komentar salah satu akun.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Suara.com, Instagram

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah Dilantik, Ini Harapan Bupati Gunungkidul

Gunungkidul
| Rabu, 05 Oktober 2022, 05:27 WIB

Advertisement

alt

Rekomendasi Film Horor dan Zombie ala Korea, Bisa Ditonton di Netflix

Hiburan
| Selasa, 04 Oktober 2022, 21:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement