Angelina Sondakh Senang Tidur Dilantai & Susah Makan Pakai Sendok

Angelina Sondakh Senang Tidur Dilantai & Susah Makan Pakai SendokTangkapan layar Angelina Sondakh saat bercerita tentang kehidupan Lapas di Goplay. - Goplay.
30 April 2022 10:07 WIB Sunartono Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Mantan politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh telah usai menjalani hukuman selama 10 tahun penjara akibat kasus korupsi. Ia menjalani kerasnya hidup di tahanan bersama dengan berbagai jenis latar belakang narapidana lainnya.

Lebaran 2022 akan menjadi pertama kalinya bagi Angie menikmati dengan suka cita setelah 10 tahun terakhir. Mantan Putri Indonesia ini menceritakan kerasnya hidup di penjara. Pertama kali masuk ke Rutan Pondok Bambu ia harus beradaptasi lebih lama. Ketika harus menghuni satu ruangan bersama 36 orang napi lainnya. Ia sempat muntah hingga sakit perut selama berhari-hari. Parahnya untuk bisa menggunakan kamar mandi harus melalui antrean panjang.

"Aku dapat di lantai. Tidur pakai apa, ya seadanya saja, saya sampai sakit perut, kalau mau ke kamar mandi antre minimal ada tiga orang," kata Angie melalui akun Goplay yang dipantau Harianjogja.com, Sabtu (30/4/2022).

Angie memiliki akun Goplay, melakukan live streaming saat jelang buka puasa. Di akun tersebut setidaknya sudah ada dua video unggah berisi kisahnya saat di Lapas dengan caption Cerita Angie. Saat live, Angie ditemani oleh salah satu sahabatnya selama di penjara yang biasa dikenal dengan Mak Goblek.

Baca juga: Angelina Sondakh Enggan Beberkan Dalang Hambalang Demi Anak

Angie melanjutkan cerita soal tempat tidur. Saat di lapas mampu menyewa kasur setebal 5 sentimeter sudah seperti raja. Pada awalnya ia sempat kesulitan untuk tidur meski masih menggunakan kasur. Apalagi kondisi ruangan yang sesak sehingga hawanya sangat panas. Namun setelah beradaptasi selama setahun tulang punggungnya jadi terbiasa di lantai.

"Akhirnya malah lebih suka tidur di lantai keramik tanpa kasur, bisa agak adem. Adanya cuma kipas angin, panas sekali, bau dan panas, belum lagi kalau mati lampu," ujarnya.

Hal lain yang diungkapnya adalah saat makan sudah terbiasa dengan tangan, satu bungkus nasi warteg dimakan berdua. Karena saking seringnya dengan tangan, ia justru kurang nafsu makan ketika menggunakan sendok.

"Kalau ada undangan makan, agak sulit menyesuaikan. Jadi kalau makan di meja kurang nafsu. Sekarang kalau diundang makan, lalu berfikir aduh pakai sendok ya,” ucapnya.

Selama di Lapas Pondok Bambu, Angelina tergabung dalam klub Sapu Jagat yang fokus kegiatannya kebersihan di seluruh ruangan blok lapas. Ia biasanya bertugas mengepel lantai. Hal yang paling membuatnya kesal adalah ketika lantai sudah dibersihkan, namun pagi harinya kotor akibat sampah makanan dari para napi yang tidak dibersihkan.

"Aku kalau sudah gini marah. Kalian nyampah, nanti tikus banyak masuk gigitin kaki dan tangan kalian sampai putus," ucap Angie sembari mengungkap karena seringnya mengepel hingga dengkulnya menghitam.