Advertisement

Mengenal Lukisan Raden Saleh yang Ada di Foto Instagram Sri Mulyani

Yudi Supriyanto
Rabu, 31 Agustus 2022 - 10:47 WIB
Sirojul Khafid
Mengenal Lukisan Raden Saleh yang Ada di Foto Instagram Sri Mulyani Tangkapan layar postingan Instagram Sri Mulyani yang memperlihatkan adanya lukisan Raden Saleh - Instagram @smindrawati

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO—Lukisan Raden Saleh yang diberi nama Penangkapan Pangeran Diponegoro terlihat dalam unggahan Instagram Menteri Sri Mulyani. Postingan tersebut menjadi sorotan netizen hingga menjadi viral di media sosial.

Akun Twitter WatchmenID kemudian mengunggah ulang postingan Sri Mulyani dengan menuliskan, "Itu apa tidak sebaiknya dicek oleh Mbak Dini? Untuk sekadar memastikan saja. Takutnya ketuker sama punya Piko,"

Bahkan Sutradara film Mencuri Raden Saleh, Angga Dwimas Sasongko, turut memberikan komentar di Instagram Sri Mulyani itu.

Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro

Dilansir dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, lukisan tersebut tertulis sebagai lukisan pertama yang dibuat oleh Raden Saleh Syarif Bustaman.

Penangkapan Pangeran Diponegoro menggambarkan peristiwa perjuangan Indonesia saat melawan penjajah. Lukisan itu mengacu pada peristiwa sebenarnya yang memang terjadi pada masa lampau. Sang seniman membuat lukisan berjudul Penangkapan Pangeran Diponegoro sebagai respons dari lukisan Nicolaas Pieneman (1809-1860).

BACA JUGA: The Flash Dapat Nilai Screening Test Paling Tinggi, Tapi Batal Tayang?

Saat itu, Nicolaas Pieneman mendapatkan tugas untuk mendokumentasikan peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro oleh pemerintah Belanda. Raden Saleh diduga melihat lukisan Pieneman saat tinggal di Eropa, yang momennya berdekatan dengan peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro.

Advertisement

Raden Saleh yang melukis peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro tersebut mengambil sudut pandang yang berbeda dengan Pieneman. Perbedaan ini dipandang sebagai bentuk nasionalisme sang seniman. Perbedaan tersebut terlihat pada beberapa bagian yakni yang pertama, Pieneman menggambarkan Pangeran Diponegoro dengan wajah lesu dan pasrah.

Sementara itu, Raden Saleh menggambarkan sang pangeran dengan raut wajah yang tegas dan menahan marah. Dari sisi judul, Pieneman memberikan judul Penyerahan Diri Diponegoro. Namun Raden Saleh memberikan judul lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro.

Tak ada juga penggambaran bendera Belanda dalam karya Penangkapan Pangeran Diponegoro. Kondisi ini berbeda dengan lukisan Pieneman yang menggambarkan bendera Belanda dalam karyanya. Raden Saleh mulai membuat sketsa lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro pada 1856, dan menyelesaikannya pada 1857.

Advertisement

Setelah sempurna, sang seniman kemudian mengabarkan hasil karyanya itu kepada seorang temannya di Jerman, Duke Ernest II dengan judul Ein historisches Tableau, die Gefangennahme des javanischen Häuptings Diepo Negoro atau lukisan bersejarah tentang penangkapan seorang pemimpin Jawa Diponegoro.

BACA JUGA: Daftar 10 Kasus Artis Korea Selatan yang Memilih Bunuh Diri

Lalu, sang maestro memberikan lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro kepada Raja Belanda Willem III guna menggambarkan pandangan sang seniman terkait penangkapan Pangeran Diponegoro yang berbeda dengan pandangan Pieneman.

Kerajaan Belanda menyerahkan lukisan sang seniman kepada pemerintah Indonesia pada 1975 bersamaan dengan realisasi perjanjian kebudayaan antara Indonesia dan Belanda yang disepakati pada 1969.

Advertisement

Lukisan sang maestro pernah mengalami restorasi pada 2013 silam. Restorasi yang dilakukan oleh Susanne Erhards, seorang ahli restorasi dari Jerman dengan dukungan Yayasan Arsari Djojohadikusumo dan Goethe Institute Indonesia terkait pernis lukisan.
 Pada 27 September 2013, lukisan Raden Saleh yang telah mendapatkan restorasi kemudian diserahkan ke Sekretariat Negara.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi, Pemkot Jogja Berjanji Tingkatkan Pelayanan

Jogja
| Kamis, 29 September 2022, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Curhat Jadi Dosen di UGM, Prilly Latuconsina: Ada Mahasiswa yang Motret Diam-Diam

Hiburan
| Kamis, 29 September 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement