Advertisement

Komikus Bumilangit Ungkap Tips Bikin Super Hero seperti Gundala hingga Sri Asih

Sunartono
Rabu, 21 September 2022 - 06:17 WIB
Sirojul Khafid
Komikus Bumilangit Ungkap Tips Bikin Super Hero seperti Gundala hingga Sri Asih Komikus Bumilangit memberikan sejumlah tips membuat karya rangkaian komik yang menarik dalamInternational Comic and Sequential Arts Festivaldi Gedung RJ Katamsi, ISI Jogja, Selasa (20/9/2022). - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dua Komikus Bumilangit memberikan sejumlah tips membuat karya rangkaian komik yang menarik. Hal itu disampaikan dalam International Comic and Sequential Arts Festival di Gedung RJ Katamsi, Kampus ISI Jogja, Selasa (20/9/2022). Bumilangit merupakan perusahaan yang memproduksi sejumlah komik digital dan serta film yaitu Gundala (2019) dan Sri Asih (2022). 

Tim Kreatif Bumilangit, Fajar Sungging, mengatakan saat membuat kisah dalam komik Prahara, salah satu tantangannya adalah memikirkan cara untuk melemahkan Sri Asih dalam cerita tersebut. Mengingat dalam kisah komik, Sri Asih dikenal sangat sakti. Namun dengan cara sederhana dalam membangun karakter suatu tokoh untuk melawan kesaktian Sri Asih.   

“Ketika saya membuat Prahara bagaimana cara melemahkan Sri Asih yang sesakti itu, karena sosok terlalu sakti, saya ingin melemahkan Sri Asih dengan seperti apa di cerita tersebut. Kemudian saya membangun karakter yang cocok,” kata putra seniman komik ternama, almarhum Wid NS ini. 

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Perjalanan kisah atau karakter tokoh tidak harus diceritakan satu per satu, namun bisa menceritakan dengan gimmick melalui gambar saja. Ia mencontohkan ketika membuat Prahara ingin bercerita tentang situasi yang sangat genting dengan hanya membuat gambar loket ATM berantakan dan beberapa orang tergeletak. Kisah tidak harus diceritakan dengan bertele-tele, namun cukup dengan gambar yang bisa mewakili. 

BACA JUGA: Setelah 35 Tahun Tampil, Opera Broadway The Phantom of the Opera Bakal Ditutup

“Dalam membuat cerita harus fokus pada satu konsep, jangan lari kemana-mana. Perjalanannya bisa mengembangkan gimmick tidak usah rumit, untuk menjelaskan satu sifat tidak perlu rumit. Misalnya satu karakter jahat, tidak perlu ditulis sedemikian panjang, cukup menggambar dua panah misalnya seorang penjual dengan karakter jelas, serta menggambarkan wajah licik, pencopet, dua panah itu sudah cukup menggambar bahwa dia karakter jahat,” katanya. 

Creative General Manager Bumilangit, Iwan Nazif, menambahkan pentingnya membaca komik tidak hanya dari dalam negeri namun juga luar negeri. Ia melakukannya dengan sejak kecil dengan melengkapi bacaan komik Eropa. Hal ini untuk memahami karakter dalam cerita komik di setiap negara. Sehingga dapat memperkaya referensi dalam membuat karya. 

“Memang komikus zaman dahulu lebih hebat daripada saat ini, karena dahulu kemampuannya one man show, dia bisa membuat gambar, bikin kartun warna sampai menulis ceritanya. Kalau sekarang sangat jarang ditemui,” kata penggambar serial komik KULT terbitan Dark Horse Comics, Amerika Serikat ini.   

Membangun cerita dalam suatu komik bisa dimulai dari hal sederhana yang ada di sekitar kita. Misalnya dengan membuat satu komik mahasiswa dari bangun tidur sampai berangkat ke kampus. Dari ide sederhana itu biasanya proses cerita mengalir dengan sangat menarik. “Karena kadang gambar ngawur itu konten isinya justru dianggap menarik oleh publik, itu bisa diterima banyak orang, itu bisa terjadi,” katanya.

Advertisement

BACA JUGA: Mencuri Raden Saleh Akan Tayang di Malaysia 22 September 2022

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi, Pemkot Jogja Berjanji Tingkatkan Pelayanan

Jogja
| Kamis, 29 September 2022, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Kini Jadi Korban KDRT, Lesty Kejora Pernah Diingatkan Soal Rizky Billar

Hiburan
| Kamis, 29 September 2022, 21:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement