Advertisement

5 Mitos Aneh Zaman SD tapi Tetap Dipercaya, Salah Satunya Bulu Mata Jatuh Berarti Dikangenin

Bernadheta Dian Saraswati
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 16:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
5 Mitos Aneh Zaman SD tapi Tetap Dipercaya, Salah Satunya Bulu Mata Jatuh Berarti Dikangenin Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Menceritakan kisah masa kecil memang tak akan pernah ada habisnya. Apalagi jika sudah membicarakan hal-hal lucu dan terkadang di luar nalar. 

Anehnya, hal-hal yang di luar nalar itu masih saja kita percaya. Ingin tahu contohnya?

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Bagi orang-orang yang lahir sebelum tahun 1990an, mungkin sudah tidak asing lagi dengan beberapa mitos di bawah ini. Mitos-mitos ini menjadi hal yang dipercaya saat zaman sekolah dasar (SD) bahkan sampai diturunkan ke adik kelas. 

Meski tidak dapat dijelaskan secara logika, mitos-mitos ini masih saja dipercaya, bahkan hingga kini. 

1. Menerawang jumlah anak dengan pergelangan tangan

Saat pergelangan tangan ditekan dengan kuat maka akan muncul benjolan-benjolan bulat di daerah itu. Dipercaya jumlah bulatan-bulatan itu adalah jumlah anak kita kelak. 

2. Bulu mata jatuh berarti dikangenin

Bulu mata yang jatuh diartikan ada orang yang sedang merindukan kita. Agar bisa bertemu dengan orang yang merindukan kita itu, bulu mata harus diambil dan diletakkan di atas rambut. 

3. Kepala kejedot berarti anaknya kembar siam

Waktu SD sempat ada mitos kalau kepala kita kejedot dengan kepala orang lain, maka kita akan punya anak kembar siam. Kembar siam adalah bayi kembar dengan salah satu bagian tubuhnya saling menempel. Agar tidak terjadi seperti itu, maka kepala perlu dijedotkan lagi agar bayinya tidak kembar siam. 

4. Bercak putih di kuku ada yang suka

Kuku sering terlihat ada bercak putih. Bagi anak SD zaman dulu, hal itu sudah menjadi bahasan yang bisa membuat heboh satu kelas. Sebab bercak putih di kuku diartikan ada yang suka atau naksir. 

Advertisement

5. Tunjuk makam harus gigit jari

Sebagian masyarakat masih meyakini bahwa menunjuk nisan atau makam dengan jari telunjuk merupakan tindakan yang kurang sopan. Namun di zaman dulu, untuk menyampaikan makna itu justru dikemas dengan sebuah mitos. Jika ada yang secara sengaja atau tidak disengaja menunjuk makam, maka jari telunjuknya harus segera digigit agar jarinya tidak membusuk atau hilang. 

Nah itulah mitos-mitos yang sempat dipercaya saat zaman SD. Kalau sekarang, apakah masih juga percaya? 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Kenang Masa Taruna, Lulusan AAU 2002 Bantu Warga Berbah

Jogja
| Minggu, 27 November 2022, 05:57 WIB

Advertisement

alt

TWC Sajikan Drama Musikal Pepino Boneka Kayu untuk Anak-Anak

Hiburan
| Sabtu, 26 November 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement