Saat Box Office Global Dipenuhi Film Superhero, Perfilman Nasional Dikuasai Film Horor, Mana yang Lebih Laris?

Saat Box Office Global Dipenuhi Film Superhero, Perfilman Nasional Dikuasai Film Horor, Mana yang Lebih Laris?Film Avengers: Infinity War. - Istimewa
23 Januari 2019 10:37 WIB Annisa Margrit Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Film superhero masih merajai jagad perfilman dunia pada 2018. Buktinya, separuh dari film-film terlaris global diisi oleh genre ini.

Berdasarkan data Box Office Mojo per 17 Januari 2019, ada 5 film superhero yang masuk dalam 10 film box office dunia 2018. Film-film itu adalah "Avengers: Infinity War", "Black Panther", "Aquaman", dan "Deadpool 2".

Film "Avengers: Infinity War" bahkan menjadi pemuncak film terlaris di seluruh dunia dengan membukukan pendapatan sebesar US$2.084,4 juta. Angka ini jauh di atas raihan "Black Panther" yang berada di posisi kedua dengan US$1.346,9 juta.

Besaran pendapatan "Avengers: Infinity War" bisa dijadikan indikasi bahwa film "Avengers: Endgame", yang menjadi sambungan dari film tersebut dan dirilis pada tahun ini, juga akan mencatatkan rekor.

Selain film-film "serius" yang mengangkat para tokoh rekaan Marvel Comics dan DC Comics itu, ada pula film animasi dari Pixar dan Disney yang lebih menggemaskan ketimbang empat film tadi, yakni "Incredibles 2".

Di luar itu, ada satu film antihero yang juga masuk dalam daftar, yakni "Venom". Jika para superhero menampilkan kekuatan moral para pahlawan yang menjadi tokoh utamanya, maka tokoh antihero tak memiliki kualitas moral atau idealisme yang sama dan cenderung menyebalkan atau terkesan jahat.

Meski demikian, "Venom" tetap mampu menjadi salah satu film terlaris yang dirilis tahun lalu dengan meraih US$855,7 juta.

Di tengah digdayanya film-film superhero, film "Bohemian Rhapsody" yang menampilkan kisah Freddie Mercury dan Queen berhasil masuk ke daftar yang sama dengan meraih hampir US$800 juta. Film ini tak hanya mampu membawa nostalgia band legendaris Queen, tapi juga menghadiahkan nominasi Piala Oscar bagi Rami Malek, yang memerankan sang vokalis, Freddie.

Perlu diingat, perolehan film-film terlaris ini masih bisa bertambah karena ada beberapa film yang masih ditayangkan di bioskop.

Film Indonesia
Lalu, bagaimana dengan film-film Indonesia? Merujuk pada data filmindonesia.or.id per 17 Januari, "Dilan 1990" berhasil mempertahankan posisi film Indonesia yang paling banyak ditonton dengan 6,31 juta penonton.

Secara keseluruhan, film horor masih mendominasi layar bioskop nasional. Dari 10 film nasional yang paling banyak ditonton sepanjang 2018, ada 4 film horor yang masuk dalam daftar ini.

Film "Suzzanna: Bernapas dalam Kubur" menjadi film horor yang paling banyak ditonton dengan 3,34 juta penonton, disusul oleh "Danur 2: Maddah" dengan 2,57 juta penonton. Dua film horor lainnya adalah "Asih" dan "Jailangkung 2".

Meski demikian, genre film nasional yang diproduksi akhir-akhir ini terlihat lebih beragam. Selain horor dan drama romantis, ada film laga komedi macam "Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212" yang sukses menarik perhatian masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, film yang dibintangi Vino G. Bastian dan Sherina Munaf itu meraih 1,55 juta penonton.

Bagaimana dengan tahun ini? Semoga saja keragaman genre film nasional bisa terus berlanjut.

Sumber : Bisnis.com