Air Supply Hibur Penonton di Jogja

Air Supply Hibur Penonton di JogjaAir Supply menggelar konser di Grand Pasific Hall, Sleman Sabtu (20/4). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi.
21 April 2019 07:27 WIB Salsabila Annisa Azmi Hiburan Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Lima personel band legendaris dunia Air Supply menyapa penggemarnya di Grand Pasific Hall, Sabtu (20/4/2019). Dihujani sorot lampu berwarna putih yang berkerlip bagai bintang, suara sang vokalis, Russel Hitchcock yang enerjik menggema membangkitkan semangat penonton.

Diiringi dengan genjrengan gitar listrik Graham Russell bertempo cepat, karakter suara Hitchcock yang maskulin berpadu dengan suara lembut Russell menyanyikan intro lagu Sweet Dreams (1981). Sementara duo legendaris itu berduet, Hitchcock tak henti-henti berkeliling di ujung panggung sambil bernyanyi bersama para penonton.

Sambil terus bernyanyi, sesekali Hitchcock yang malam itu mengenakan jas cokelat tua melambaikan tangan ke arah penonton yang bertepuk tangan di udara mengikuti irama lagu. "Thank you everybody," kata Hitchcock sambil merentangkan tangannya lebar-lebar.

Tanpa basa-basi keheningan langsung dipecah dengan penampilan solo dari gitaris kedua mereka, Aaron McLain yang mengiringi intro lagu Even The Nights Are Better (1982). Dahsyatnya irama gitar langsung berpadu dengan gebukan drum Mike Zerbe yang berintensitas tinggi.

Penonton langsung bersorak histeris sambil melambaikan tangan di udara saat Mc Lain membetot senar gitar listrik di tengah lagu sambil berlutut. Karakter suara Hitchcock tetap kuat membawakan nada tinggi dalam lagu ini. Membuat mayoritas penonton terbius dalam diam takjub mereka.

Seorang penonton asal Sleman, Hafiz Alfa,24, mengatakan, meskipun usia Hitchcock sudah senja, kualitas suara sang vokalis utama itu masih membuatnya terpesona. "Suaranya masih kuat dan enerjik, nada tinggi masih bisa dia hajar," kata penggemar Air Supply sejak duduk di bangku SMP itu.

Penonton tak dibiarkan menunggu terlalu lama, ending lagu Even The Nights Are Better langsung disambung dengan lagu-lagu upbeat legendaris dari Air Supply secara berturut-turut mulai dari Every Woman, Chances, dan I Adore You.

Usai menyanyikan rangkaian lagu dengan intensitas beat yang tinggi, penonton dibawa mengharu biru saat cahaya lampu biru menerangi seluruh panggung. "Terima kasih telah meluangkan waktu untuk menonton pertunjukan kami. Kami akan membuat kalian terpesona dengan lagu spesial kami," kata Hitchcock sambil melambaikan tangannya.

Jari-jari gemulai Mirko Tessandori memainkan tuts kibor mengikuti alunan suara Hitchcock menyanyikan intro lagu Here I Am (1981). "Here I am, playing with those memories again, and just when I thought time had set me free, Those thoughts of you keep taunting me," genre ballad andalan Air Supply tersebut sukses membuat penonton turut menyanyikan intro saat Hitchcock mengacungkan microphone ke udara.

Interaksi kelima personel semakin intim saat lagu-lagu legendaris Air Supply dibawakan secara berturut-turut. Mulai dari Goodbye (1993), Making Love (1983), dan Lost in Love (1979). Penampilan Air Supply ditutup dengan sorak sorai penonton yang turut menyanyikan lagu All Out of Love (1980). Lagu bergenre soft rock tersebut membuat penonton bersorak menyanyikan reff hingga akhir. "Thank you, thank you, thank you guys, you are all amazing," kata Hitchcock sambil membungkuk di depan ratusan penonton.