Kasus Galih Ginanjar Vs Fairuz A Rafiq, Astrid Tiar Ikut Geram

Kasus Galih Ginanjar Vs Fairuz A Rafiq, Astrid Tiar Ikut GeramAstrid Tiar. (Okezone)
06 Juli 2019 12:57 WIB Newswire Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Banyak kaum perempuan di Indonesia yang geram dengan video pernyataan Galih Ginanjar yang menghina Fairuz A Rafiq dan menyebut soal Ikan Asin. Mereka ingin Galih dipenjarakan atas kasus tersebut. 

Salah satunya ialah Astrid Tiar, wanita 32 tahun tersebut diketahui cukup emosi saat membahas mengenai sosok Rey Utami, sang pemilik akun Youtube yang mempublikasikan video tersebut. Menurut mantan Gading Marten ini, seharusnya Rey dan suaminya bisa melakukan editing pada kata-kata tak pantas yang diucapkan oleh narasumbernya.

"Rey Utami dan Pablo itu punya hak untuk mengedit apa konten-konten yang perlu di publish, dan apa yang tidak perlu di publish," ungkap Astrid Tiar berapi-api. 

"Yang kedua, kemarin Rey Utami sempat berbicara gitu ya, statementnya menyatakan bahwa kontennya kan judulnya 'Mulut Sampah', jadi gue bisa ngomong apa saja sesuka gue, terserah gue," tambahnya.

Menanggapi komentar Rey Utami soal pernyataannya tersebut, Astrid Tiar pun geram. Ia bahkan menyebut bahwa seharusnya sebagai warga Indonesia Rey Utami bisa mengetahui nilai-nilai yang tertanam didalamnya. Dimana Indonesia sendiri memiliki adat istiadat, budaya, dan hukum.

"Begini ya mbak begini, kita ini sebagai warga masyarakat Indonesia, bangsa Indonesia itu mempunyai nilai-nilai. Tau dong nilai-nilai apa? Nilai adat, nilai budaya, adat istiadat, agama, dan hukum," tutur Astrid Tiar.

"Kebayang enggak sih, kita sebagai manusia bisa ngomong sesuka hati tanpa melihat nilai-nilai itu, di mana kita yang mempunyai moral adat itu di mana? Apa enggak di didik orangtuanya? Pertanyaan gue itu," ungkapnya.

Ia pun menambahkan bahwa seharusnya pernyataan Galih Ginanjar, terlebih sang pemilik akun, haruslah menyelesaikan permasalahan mereka hingga ke ranah hukum. Pasalnya, video yang tersebar secara bebas di akun Youtube, dapat merusak moral bangsa, khususnya anak muda.

"Makanya ini harus diselesaikan secara hukum agar mempunyai sifatnya jera, jadi semuanya itu enggak ada yang niru. Ini kan ditonton oleh generasi muda, gimana kalau ditiru? Masa depan negara ini yang punya adalah generasi muda," pungkasnya menahan emosi.

Sumber : Okezone/Solopos.com