Ceritakan Lokasi Angker di Sekitar Kampus, Film Surat dari Kematian Diprotes UGM

Ceritakan Lokasi Angker di Sekitar Kampus, Film Surat dari Kematian Diprotes UGMSurat dari Kematian - Youtube
08 Januari 2020 18:27 WIB Rahmat Jiwandono Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Film horor Surat dari Kematian yang akan tayang di sejumlah bioskop mulai Kamis (9/1/2020) besok diprotes UGM. Musababnya, syuting film tersebut sebagian berlangsung di UGM dan tanpa sepengetahuan otoritas kampus.

Tempat yang dijadikan pengambilan gambar antara lain lembah UGM, depan gedung pusat UGM, lorong gedung pusat, dan Bookstore UGM yang sudah tidak digunakan lagi.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani mengatakan kampus akan menelusuri dan mengecek film tersebut karena pihaknya tidak pernah menerbitkan surat izin untuk pengambilan gambar.

“Kami merasa kecolongan,” kata Iva, Rabu (8/1/2019).

Menurutnya, film itu secara umum sama sekali tidak terkait dengan nilai-nilai yang dipegang oleh UGM. UGM bisa memberikan izin syuting, asalkan film yang dibuat harus bersifat edukatif serta menginspirasi.

“Bisa film-film dari kampus agar menginspirasi mahasiswa menempuh pendidikan tinggi,” katanya.

Iva mengatakan izin pembuatan film di UGM diawali dengan surat resmi yang diserahkan kepada otoritas kampus. UGM juga akan meminta naskah film yang akan dibuat terlebih dahulu.

“Kalimat-kalimat yang akan diucapkan seperti apa kami harus tahu. Alur film juga harus dijelaskan oleh sutradara,” ujar dia.

Sebelumnya UGM pernah menjadi tempat syuting beberapa film seperti Rudi Habibie. “Rumah produksi dari film-film itu menaati prosedur yang ada,” ujar dia.

Surat dari Kematian adalah film horor yang diangkat dari novel berjudul sama. Film tersebut bercerita tentang lokasi-lokasi angker di sekitar UGM dan hal-hal mistis yang menyertainya.