Spanduk Diskominfo Sleman 'Karena di Sleman-Semua Jadi Teman' Bikin Ambyar Netizen

Spanduk Diskominfo Sleman 'Karena di Sleman-Semua Jadi Teman' Bikin Ambyar NetizenBaliho 'Karena di Sleman Semua Jadi Teman - Ist/Detikcom
04 Februari 2020 12:37 WIB Newswire Hiburan Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Baliho milik Dinas Kominfo Sleman yang bertuliskan 'Karena di Sleman-Semua Jadi Teman' bikin ambyar netizen di media sosial. Tulisan itu akhirnya ditambahi percakapan oleh netizen menjadi sebuah meme.

Isi meme itu yakni berupa tulisan:

"Kita pacaran yuk
Gabisa. Aku orang Sleman
Trus kenapa?"
Di akhir tulisan kemudian ditambahi dengan unggahan foto baliho dengan tulisan "Karena di Sleman - Semua Jadi Teman".

Salah satu pengunggah foto itu di Twitter adalah akun @jogmfs, Minggu (2/2/2020) lalu. Netizen pun saling menimpali cuitan tersebut dengan beragam komentar.

"Pantes, aku akhirnya cuma dianggap temen," cuit akun @dayeiscat disertai tiga emotikon menangis. Cuitan itu pun lalu di-retweet @tariknapas, "pindah bantul mba" dengan disertai emotikon menangis.

Cuitan itu pun berbalas lagi, "Kenapa harus Bantul?" tanya @dayeiscata yang kemudian dibalas "Biar seenggaknya gak auto masuk friendzone," jawab @tariknapas lagi-lagi dengan emotikon menangis.

Banyak juga netizen yang menulis bakal pindah tempat tinggal gegara posting-an itu, seperti ke Magelang atau Yogyakarta. Tak mau kalah, ada juga @KapanKitaBersua yang bikin meme dengan tema senada.

"Kamu mau ga jadi pacarku? "
"Engga"
"Kenapa? Aku orang Jogja lho. Berhati nyaman"

Diwawancarai terpisah, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman mengatakan baliho itu merupakan bagian untuk promosi wisata. Namun baliho itu kini sudah dicabut.

"Itu baliho untuk mempromosikan destinasi wisata di Sleman," kata Kepala Dinas Kominfo Sleman Eka Suryo Prihantaro kepada detikcom lewat pesan singkat, Senin (3/2/2020).

Eka mengatakan baliho itu pernah viral pada 2017. Eka menduga kehebohan tulisan 'Karena di Sleman-Semua Jadi Teman' itu masih relevan dengan kondisi saat ini. Apalagi sekarang ini, gegara lagu-lagu Didi Kempot, anak-anak muda mempopulerkan 'sobat ambyar'.

"Itu hebohnya di media sosial, tapi detailnya saya kurang tahu karena waktu itu belum menjabat kepala dinas. Tapi mungkin juga karena kata-kata semua jadi teman itu," jelasnya.

Sumber : detik.com