Kemarin, Cak Nun Ulang Tahun, Jagat Maya Hujan Kata-Kata Mutiara

Kemarin, Cak Nun Ulang Tahun, Jagat Maya Hujan Kata-Kata MutiaraEmha Ainun Nadjib atau Cak Nun memberikan ceramah di hadapan Jamaah Maiyah. - Twitter
28 Mei 2020 08:47 WIB Hendri Tri Widi Asworo Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Muhammad Ainun Nadjib atau Emha Ainun Nadjib atau biasa disapa Cak Nun merayakan ulang tahun ke-67, Rabu (27/5/2020) kemarin. Warganet atau netizen pun meramaikan tagar #67TahunCakNun disertai dengan kata-kata mutiara yang ditujukan kepada penggagas Jamaah Maiyah ini.

Cak Nun lahir di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953. Dia adalah seorang tokoh intelektual muslim Indonesia. Perjalanan hidupnya dimulai dengan menjadi penyair, penulis, budayawan, hingga akhirnya mendirikan kajian Jamaah Maiyah.

Lahir dari pasangan Muhammad Abdul Latief dan Chalimah. Namun, Cak Nun sejak kecil sudah ditinggalkan oleh bapaknya. Cak Nun adalah anak keempat dari 15 bersaudara. Dia sempat belajar di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, meskipun tidak sampai selesai.

Kemudian dia sempat mengadu nasib ke Jogjakarta. Karir hidupnya dimulai dari kota pendidikan tersebut. Beragam seni, pendidikan hingga budaya diperoleh dari kota Jogja.

Seperti disadur dari Wikipedia, ragam dan cakupan tema pemikiran, ilmu, dan kegiatan Cak Nun sangat luas. Mulai dari bidang sastra, teater, tafsir, tasawwuf, musik, filsafat, pendidikan, kesehatan, Islam, dan lainnya. Banyak orang mengatakan Cak Nun adalah manusia multidimensi.

Menjelang kejatuhan pemerintahan Soeharto, Cak Nun merupakan salah satu tokoh yang diundang ke Istana Merdeka untuk diminta nasehatnya. Kemudian celetukannya diadopsi oleh Soeharto berbunyi 'Ora dadi presiden ora pathèken'.

Setelah Soeharto jatuh, Cak Nun bersama Kiai Kanjeng--kelompok musik moderen dan gamelan--fokus melakukan siar nasionalisme dan agama ke pelosok Indonesia. Aktivitasnya berjalan terus dengan menginisiasi Jamaah Maiyah, yang berkembang di seluruh negeri hingga mancanegara.

Sejak pandemi Corona (Covid-19) kegiatan Jamaah Maiyah terhenti. Mereka taat dengan anjuran untuk menjaga jarak (physical distancing). Para jamaah akhirnya bernostalgia dengan ceramah-ceramah Cak Nun yang tersimpan di YouTube.

Terkadang ada update dari ceramah Cak Nun dalam tempo yang singkat. Selain itu ada pembacaan esai Cak Nun yang disampaikan pada akun YouTube CakNun.com. Pada malam Idulfitri 1441 Hijriah, Cak Nun bersama beberapa Jamaah Maiyah melakukan Takbiran secara virtual.

Pada Rabu (26/5/2020) malam, Jamaah Maiyah melakukan Wirid dan Sholawatan untuk memperingati hari lahir ke-67 Cak Nun. Komentar haru bercampur bahagia para jamaah pada akun YouTube tersebut saat menonton video tersebut.

"Semoga diberi umur yang barokah Mbah Nun..??????Semoga lekas diangkat wabah pandemi, biar bisa kumpul Maiyahan lagi??????." tulis  akun @teguh chu-chu adam di kolom komentar YouTube.

Di Twitter berbagai ucapan selamat ulang tahun disampaikan kepada Cak Nun. Salah satunya diungkapkan oleh budayawan Sudjiwotedjo melalui akun Twitter. Dia menilai bahwa Cak Nun orang yang tawadhu atau rendah hati menerima masukan dari muridnya.

Dalam sebuah kajian Jamaah Maiyah, Sudjiwo Tedjo sendiri menyebut dirinya adalah murid dari Cak Nun. 

Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon pun mengucapkan selamat ulang tahun kepada Cak Nun. Menurutnya, Cak Nun selalu dinanti meskipun hadir menjelang dinihari. Jamaah pun tak pernah bosan mendengarkan ceramahnya kendati ratusan jam.

Anis Sholeh, salah satu pengikut Cak Nun sejak 1980 pun ikut berkomentar. Menurutnya, Cak Nun tidak berubah sejak 40 tahun menenggenalnya. Empatinya tinggi terrhadap rakyat kecil.

Kata-kata mutiara Cak Nun pun terselip dari cuitan salah satu penggemarnya. Selamat ulang tahun ke-67 Cak Nun, sehat serta mulia.  

Berikut ini video Jamaah Maiyah saat melakukan Wiridan dan Sholawatan di Rumah Maiyah:

Sumber : Bisnis.com