Cerita Vitalia Shesya tentang Kehidupannya di Penjara, Berat Badan Naik 8 Kg

Cerita Vitalia Shesya tentang Kehidupannya di Penjara, Berat Badan Naik 8 KgModel Vitalia Sesha berpose saat ditemui usai wajib lapor di Balai Permasyarakatan Salemba sebagai tindak lanjut program asimilasi atas kasus narkoba yang menjeratnya di Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2021). - Suara.com/Alfian Winanto
26 Januari 2021 21:17 WIB Newswire Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Fotomodel majalah dewasa, Vitalia Shesya mendapat program asimilasi Covid-19 dari pemerintah sehingga bisa menghirup udara bebas lebih cepat.

"Alhamdulilah bersyukur sangat dalam, terima kasih kepada Allah atas pemberian asimilasi kepada kita. Kita bisa lebih bebas lebih cepat . Jadi bisa kumpul sama keluarga," kata Vitalia Shesya ditemui di Balai Pemasyaraktan Kelas I Jakarta Pusat, Kawasan Percetakan Negara, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2021).

Bebas dari penjara, Vitalia Shesya kini jadi selektif memilih teman. Sebab dia sadar faktor lingkungan membuatnya dekat dengan narkoba. Mencari zona pertemanan baru, dia tak mau jatuh ke lubang yang sama.

Baca juga: Pinkan Mambo Putar Otak Biar Bisa Hasilkan Rp120 Juta Sebulan

"Yang pasti banyak hikmahnya lebih berhati-hati. Kejadian kemarin udah cukup, jadi aku nggak mau lagi-lagi," ujar Vitalia Shesya.

Vitalia Shesya akan jalani wajib lapor ke Bapas Kelas 1 Jakarta Pusat selama jalani program asimilasi dan dilanjutkan dalam status bebas bersyarat.

Pembibing Bapas Kelas 1 Jakarta Pusat, Dumora, mencatat Vitalia baru akan bebas murni pada Oktober 2022.

"Untuk wajib lapor dalam artiannya kita dikasih tugas untuk membimbing. Tidak mengharuskan dia (Vitalia) terhukum tapi mengembalikan Vitalia kepada masyarakat dengan bimbingan yang kita berikan," kata Dumora di tempat yang sama.

Baca juga: Ahmad Dhani Ungkap Pernah Positif Covid-19, Sempat Dikira Masuk Angin

Vitalia Shesya mendapat asimilasi sejak Rabu (20/1/2021). Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka pengcegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, Vitalia Sesha divonis satu tahun delapan bulan penjara atas kasus penyalahgunaan narkoba. Putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa dua tahun lima bulan.

Lebih gemuk
Setelah menjalani 11 bulan dipenjara di LP Kelas I, Tangerang, Banten dalam kasus narkoba tubuh Vitalia Shesya kini terlihat lebih berisi. Selain itu, wajah perempuan 34 tahun ini juga dipenuhi jerawat.

"Berat badan naik karena di sana nggak ada kegiatan apa pun. Makan, tidur, makan, tidur," katanya.

Menurut ibu dua anak itu, berat badannya saat sebelum ditangkap mencapai 51 kg. Tapi setelah dipenjara, berat badanya naik 8 kg.

"Berat badan aku naik tadinya paling gemuk-gemuknya waktu di luar 51 kg. Tapi kemarin pas penangkapan timbangan 48 kg, sekarang timbangannya 56 kg. Jadi naik delapan kilo," jelas Vitalia Shesya.

Menurut Vitalia Shesya berat badannya naik setelah masa pandemi Covid-19. Di dalam lapas hampir tidak ada kegiatan yang dilakukan.

"Mungkin karena kita nggak ada kegiatan apapun di sana karena masa pandemi Covid-19. Jadinya lebih banyak di kamar, makan, tidur, nonton tv, ngemil. Hehe, jadi badannya bengkak," tutur Vitalia Shesya, yang sempat bikin heboh dalam kasus koruspi Ahmad Fathanah ini.

Setelah mendapat asimilasi, Vitalia Shesya ingin mengembalikan berat badannya menjadi sekitar 48 kg.

"Rencana sih memang pengin diet karena sudah berubah, baju sudah pada sempit juga semuanya. Jadi ya olahraga, nge-gym," tutur Vitalia Shesya.

Tidak hanya berat badan, wajahnya juga dipenuhi oleh jerawat. Dia pun sempat tidak pede saat beberapa fotografer memintanya untuk membuka masker.

"Ya di sana nggak perawatan, nggak mungkin kayaknya ada perawatan apalagi masa pandemi gini kan. Jadi ya paling alami aja," imbuh Vitalia Shehsya.

Sumber : Suara.com