Deddy Corbuzier Cerita Kesulitannya Setelah Jadi Mualaf

Deddy Corbuzier Cerita Kesulitannya Setelah Jadi MualafDeddy Corbuzier dan Gus Miftah. - Ist/Youtube
07 Juni 2021 08:57 WIB Newswire Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Deddy Cobuzier sudah menjadi mualaf sejak 2019. Setelah dua tahun, ia mengaku mengalami kesulitan. Ia mengaku pusing kala mendapat reaksi berbeda dari warganet soal gurunya, Gus Miftah, yang disebut guru tidak benar.

Hal ini diungkapkan Deddy kala berbincang bersama Refly Harun di kanal YouTube Refly. Deddy mengaku bingung saat ditanya soal kesulitannya menjadi seorang muslim.

"Apa hal yang paling berat dari Deddy Corbuzier setelah jadi muslim?" tanya Refly Harun.

Tak langsung jawab, Deddy Corbuzier menceritakan bagaimana awal mula ia kenal Islam. Ia mengaku sudah dekat dengan kehidupan Islam sehari-harinya.

Baca juga: Netizen Geger Dokter Kandungan Sebut Ayus Suami Nissa Sabyan

"Haduhhh…kenapa saya jadi seorang muslim bukan apa, karena semua teman yang saya punya itu muslim, pekerjaan di dunia entertain itu muslim, ada momen saya lebih kenal agama ini dibanding agama sebelumnya. Ketika masuk bilang Assalamualaikum itu sudah tahu, ketika lebaran tetangga dan teman muslim bawa makanan ke saya, saya pun merasakan Idul Fitri," cerita Deddy Corbuzier.

Deddy Corbuzier pun kemudian menjawab pertanyaan Refly soal kesulitan jadi muslim. Ia merasa selalu disalahkan oleh netizen dalam hal yang dilakukan, contohnya belajar dengan Gus Miftah hingga tukar pikiran dengan Ustaz Khalid Basalamah.

"Setelah jadi muslim itu pusing. Contoh gampang aja, saya deket Gus Miftah karena saat itu viral dialog dakwah di klub malam, menurut saya ini menarik, dakwah bisa di mana saja, karena saya dekat, saya sering podcast sama beliau. Eh, ada netizen, 'Wah ini gurunya salah, nggak bener' begini-begini. Padahal, bagi saya Gus Miftah luar biasa bagi saya," ungkap Deddy Corbuzier.

Baca juga: Power Metal Kenalkan Vokalis Baru, Segera Rilis Single Anyar

Tak berhenti di situ, rupanya beberapa netizen juga menghakimi dirinya salah mengundang orang kala mendatangkan Ustaz Khalid Basalamah. Kekasih Sabrina Chairunnisa ini pun menyadari bahwa yang tejadi di dalam umat Islam dampak dari politik identitas.

"Emang kita nggak boleh dialog dengan siapapun? Kalau mau beda itu paham kan, kan bisa ambil yang terbaik dari keduanya. Akhirnya saya sadar, kok di dalamnya ini pecah. Nah saya mikir bisa perpecahan ini terjadi karena ada politik identitas, harusnya ke depannya nggak ngeributin ini, beda debat nggak apa-apa jangan hujat orang ini salah," pungkasnya.

Sumber : Suara.com