Advertisement

Suku Vietnam Punya Tradisi Menghitamkan Gigi. Bagaimana Caranya?

Intan Riskina Ichsan
Selasa, 21 Desember 2021 - 08:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Suku Vietnam Punya Tradisi Menghitamkan Gigi. Bagaimana Caranya? Tradisi menghitamkan gigi - i tour vietnam

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Asia adalah salah satu benua yang penuh dengan adat dan ritual yang aneh namun indah. Di seluruh benua, ada ribuan tradisi berbeda yang tetap hidup dan sering kali berasal dari kepercayaan agama yang telah dipegang teguh selama ribuan tahun. Salah satunya adalah menghitamnya gigi suku Vietnam.

Menghitamkan gigi bukanlah hal yang aneh bagi orang Vietnam yang menjalani kehidupan tradisional. Ini berbentuk bungkusan kecil yang terbuat dari buah pinang dan pasta jeruk nipis yang dibungkus dengan daun sirih. Dikunyah dengan cara yang mirip dengan tembakau sehingga menodai gigi.

Pinang menodai gigi dengan warna merah tua/coklat dan pinang tersebut dapat ditemukan di seluruh Asia, terutama di daerah yang dihuni oleh suku pegunungan, tetapi prosedur pernis gigi yang lebih kasar adalah tradisi yang hanya benar-benar tersisa di Vietnam.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Perlu tiga kali pemakaian dalam seminggu, karena air liur alami membersihkan bahan kimia yang ada dalam kandungannya. Untuk jangka waktu, tidak diperkenankan makan makanan padat dan hanya bisa minum melalui sedotan.

Prosedur ini dapat dilakukan beberapa saat setelah usia sepuluh tahun ketika anak memiliki semua gigi permanennya. Bahan kimia yang digunakan untuk menghitamkan gigi bisa bermacam-macam bentuknya.

Baca juga: Warga 13 Negara Ini Tak Boleh Masuk Indonesia

Di Vietnam, umum untuk menggunakan sticklac merah yang merupakan resin yang diperoleh dari sekresi serangga kecil seperti kutu yang mengisap getah pohon inang, sebagai pewarna.

Resin diencerkan dengan jus lemon atau alkohol beras dan disimpan selama beberapa hari. Ini kemudian diterapkan dengan tekanan ke semua gigi. Aplikasi besi dari tawas hijau atau hitam dan tanin bereaksi dengan larutan untuk memberikan lapisan tidak larut berwarna biru-hitam.

Di daerah lain di Asia Tenggara, sabut kelapa dibakar hingga membentuk arang lengket berwarna hitam yang kemudian digabungkan dengan serbuk kuku dan direkatkan ke permukaan gigi.

Advertisement

Seperti kebanyakan tradisi Asia, ada alasan untuk menghitamkan gigi. Diyakini bahwa hanya orang liar, binatang buas, dan setan yang memiliki gigi putih panjang. Penghitaman gigi merupakan prosedur yang populer sebagai jaminan bahwa seseorang tidak akan dikira sebagai roh jahat.

Prosedur penghitaman dan penambalan gigi serupa juga dilakukan oleh suku-suku dari Indonesia dan Filipina. Kembali pada tahun 1938, sebuah survei Prancis menemukan 80% penduduk pedesaan Vietnam memiliki gigi yang menghitam. Raja-raja abad pertengahan Vietnam dan negara-negara Asia Tenggara lainnya juga menghitamkan gigi mereka.

Di zaman modern ini, orang-orang tradisional Vietnam sekali lagi mencoba menghidupkan kembali tradisi yang hampir hilang.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Futsal Mahasiswa Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta Berujung Tawuran, Ini Penjelasan Kampus

Sleman
| Kamis, 06 Oktober 2022, 17:12 WIB

Advertisement

alt

Lesti Kejora Alami KDRT, Rizky Billar Mangkir dari Panggilan Polisi

Hiburan
| Kamis, 06 Oktober 2022, 15:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement