Foto Jenazah Covid-19 Dituding Janggal oleh Anji si Penyanyi, Ini Kata Dosen Fotografi ISI

Foto Jenazah Covid-19 Dituding Janggal oleh Anji si Penyanyi, Ini Kata Dosen Fotografi ISIAnji - Instagram @duniamanji
20 Juli 2020 12:07 WIB Hery Setiawan (ST18) Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah foto hasil jepretan fotografer Joshua Irwandi jadi bahan pembicaraan di medsos setelah disebut janggal oleh penyanyi sekaligus youtuber Anji.

Foto tersebut menampilkan jenazah pasien Covid–19 terbungkus plastik. Joshua memotretnya di sebuah rumah sakit di Indonesia untuk dimuat di majalah National Geographic edisi Agustus 2020. Namun, Anji menuding foto tersebut mengandung kejanggalan. Lewat sebuah kiriman di akun Instagram @duniamanji, ia mempertanyakan bagaimana cara sang fotografer mendapat akses ke ruangan. Keluarga pasien saja umumnya tak bisa masuk.

"Dalam kasus kematian (yang katanya) korban cvd, keluarga saja tidak boleh menemui. Ini seorang fotografer, malah boleh. Kalau kamu merasa ini tidak aneh, artinya mungkin saya yang aneh," tulisnya.

BACA JUGA: PFI Kecam Pernyataan Anji yang Menganggap Foto Jenazah Covid-19 Janggal

Pakar fotografi mengatakan bukan tugas yang mudah bagi seorang fotografer untuk mengambil gambar itu. Butuh upaya lebih serta keberanian dari diri fotografer. Terlebih pada situasi berbahaya seperti di rumah sakit rujukan Covid – 19 yang sewaktu-waktu dapat mengancam nyawa.

“Pertama, kita harus appreciate fotografernya. Enggak mudah untuk bisa memotret di situasi seperti itu,” kata pengajar Fotografi Institut Seni Indonesia, Edial Rusli.

Kepada Harian Jogja, ia mengatakan sulit untuk meyakini bahwa foto tersebut merupakan rekayasa. Menurutnya, sang fotografer tentu tak bisa lepas dari perizinan yang ketat. Tidak serta merta fotografer bisa langsung masuk ke dalam tanpa memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pihak rumah sakit.

BACA JUGA: Lagu Berisi Islamofobia Zayn Malik Akhirnya Dihapus Berkat Kekuatan Penggemarnya

Soal karya foto, kata Edial mengatakan setiap fotografer punya standar estetikanya masing-masing. Tak ada standar yang mengatur keindahan dari sebuah karya. Terlebih, foto karya Joshua adalah foto jurnalistik atau foto berita. Unsur-unsur estetika yang ditampilkan pada foto, seperti ruangan berserta isinya berperan untuk memperkuat nilai berita tersebut. “Yang tidak boleh itu merekonstruksi kenyataan,” tandasnya.

Sementara, Juru Bicara Penanganan Covid – 19 DIY, Bery Murtiningsih mengatakan proses pemulasaran jenazah harus mengacu pada pedoman dari Kementerian Kesehatan [Kemenkes]. “Tentunya harus sesuai dengan standar pemulasaraan yang sudah ditetapkan,”

BACA JUGA: Hotel Del Luna Dibikin Versi Amerika, Yeo Jin-goo Pilih Timothee Chalamet

Buku Pedoman Pemulasaran Jenazah Akibat COVID-19 di Masyarakat yang dirilis Kemenkes menyebut bahwa jenazah harus disinfeksi menggunakan cairan disinfektan. Setelah itu, semua lubang tubuh dan luka akibat tindakan medis harus ditutup dengan plester kedap air.

Setelah dimandikan dan dikafankan/diberi pakaian, jenazah harus dimasukan ke dalam kantong jenazah atau dibungkus plastik dan diikat dengan rapat. Selanjutnya, jenazah dimasukan ke dalam peti yang ditutup rapat dengan lem silikon lalu dikunci dengan paku. Bila tidak ada peti, jenazah cukup dibungkus lagi dengan plastik lalu didisinfeksi sebelum masuk mobil jenazah.