Mengenal Klepon yang Viral karena Disebut Tidak Islami, Saat Makan Harus Hati-Hati

Mengenal Klepon yang Viral karena Disebut Tidak Islami, Saat Makan Harus Hati-HatiKlepon. - Ist/Instagram @sweetkitchen_23
21 Juli 2020 16:16 WIB Nina Atmasari Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Dunia maya dihebohkan dengan kue klepon yang disebut-sebut tidak Islami. Penyebab awalnya adalah sebuah gambar yang diunggah oleh akun @memefess. Akun tersebut mengunggah foto klepon dengan tulisan yang mengundang kontroversi.

Tulisan itu berbunyi "Kue klepon tidak Islami. Yuk tinggalkan jajanan yang tidak Islami dengan cara membeli jajanan Islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami."

Masih belum jelas darimana dan siapa pembuat gambar tersebut. Namun, di bagian bawah tertulis nama 'Abu Ikhwan Azis'.

Baca juga: Heboh Klepon Disebut Jajanan Tidak Islami, Warganet Pertanyakan Siapa Sosok Abu Ikhwan Azis

Klepon atau kelepon, adalah kue beras tradisional berwarna hijau yang diisi dengan gua aren cair dan dilapisi kelapa parut. Kue klepon berasal Indonesia, namun sudah dikenal di Asia Tenggara dan umumnya ditemukan di Indonesia, Malaysia, Brunei dan Singapura.

Dikutip dari Wikipedia, klepon adalah kue beras rebus, diisi dengan gula aren cair (gula jawa / merah / melaka), ditutupi dengan parutan kelapa. Adonan dibuat dari tepung beras ketan, kadang-kadang dicampur dengan tapioka. Warnanya hijau karena adonan ketan diberi aroma dan diwarnai dengan pasta yang terbuat dari daun pandan atau tanaman dracaena (daun suji) - yang daunnya digunakan secara luas dalam masakan Asia Tenggara.

Potongan kecil gula aren awalnya sulit ketika dimasukkan ke dalam adonan beras ketan dan digulung menjadi bola. Bola kemudian direbus, kemudian gula aren meleleh karena suhu tinggi, menciptakan cairan manis di dalam inti bola. Bola kemudian digulung dalam kelapa parut, sehingga bit kelapa menempel pada permukaan bola lengket.

Baca juga: Jadi Bayi Hingga Kena Ledakan Mercon, Kocaknya Adam Suseno Jadi Korban Keusilan Inul Daratista

Orang yang makan klepon harus berhati-hati. Penyebabnya, menggigit klepon dapat menyemprotkan dan mengeluarkan gula yang telah mencair di dalamnya. Semprotan ini akan berbahaya jika sampai keluar mulut dan mengotori benda, seperti tumpah ke baju.

Selain itu, klepon yang baru saja matang direbus, maka gula cair di dalamnya sangat panas. Karena bentuknya pekat, butuh waktu cukup lama untuk dingin. Untuk itu harus menunggu beberapa saat hingga klepon benar-benar dingin sampai ke dalamnya untuk dimakan.

Pembuatan klepon juga tidak mudah, butuh keterampilan yang baik. Klepon secara tradisional disajikan dalam wadah daun pisang, di pasar tradisional dijual dalam kemasan daun pisang yang berisi empat atau sepuluh bola. Namun kekinian, klepon mulai dikemas dalam bungkus plastik.

Klepon adalah nama Jawa untuk nasi ketan manis ini. Di bagian lain Indonesia, seperti di Sulawesi, Sumatra dan di negara tetangga Malaysia, ia dikenal sebagai onde-onde atau di beberapa daerah, 'buah melaka' (buah Malaka). Namun di Jawa, onde-onde mengacu pada Jin Cina Deui, bola kue beras yang dilapisi dengan biji wijen dan diisi dengan pasta kacang hijau manis.