Raffi Ahmad Umumkan Terjun dalam Industri Kopi

Raffi Ahmad Umumkan Terjun dalam Industri Kopi
17 Oktober 2019 08:57 WIB Akbar Evandio Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — KOKALI (Kopi Kaki Lima), brand minuman masa kini yang dapat diakses oleh masyarakat Indonesia resmi diluncurkan sejak Rabu, (16/10/2019).

Berlokasi di Lippo Mall Puri, KOKALI merupakan produk hasil joint venture antara ACR Corp dan RANS Entertainment yang memiliki visi untuk menjadi pemimpin pasar di industri kopi dan minuman di Indonesia. Adapun dengan para ujung tombak dari tiap piak yang berencana untuk melakukan ekspansi agresif perusahaan untuk membuka lebih dari 200 gerai hingga 2020.

KOKALI menawarkan minuman kopi dan non-kopi berkualitas dan terjangkau dengan racikan menu yang eksperimental untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap inovasi minuman baru.

"Brand minuman masa kini ini mengusung konsep kopi kaki lima namun berkualitas. Saya punya visi untuk menjadikan Kopi Kali Lima [Kokali] menjadi pemimpin di pasar industri kopi dengan rencana ekspansi agresif perusahaan untuk membuka lebih dari 200 gerai hingga 2020," ungkap Raffi Ahmad dalam konferensi pers di Lippo Mall Puri Jakarta Barat, Rabu (16/10/2019).

Suami Nagita Slavina ini menambahkan bahwa perusahannya, Rans Entertainment bekerja sama dengan ACR Crop karena ingin memberi kontribusi terhadap perekomian negara.

Kedua perusahaan tersebut memiliki visi yang sama untuk menghadirkan minuman kopi dan non kopi berkualitas dan terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia nikmati dimana saja dan kapan saja.

"Walaupun kualitas kopi di Indonesia sudah terkenal di kancah internasional dan bahkan negara kita dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar, tapi tidak semua kalangan masyarakat Indonesia memiliki akses menikmati minuman kopi berkualitas, terutama mereka yang berdomisili di kota-kota kecil. Selain itu, kopi merupakan passion saya karena menjadi minuman kesukaan keluarga sejak lama," tambah Raffi.

Senada dengan rekan bisnisnya, CEO Kokali dari ACR Corp Albert Sulistyo mengharapkan bahwa dengan adanya bisnis kopi tersebut juga berdampak untuk masyarakat Indonesia karena target dibukanya banyak gerai akan memberi kontribusi terhadap ekonomi khususnya permintaan biji kopi dan tenaga kerja.

"Setidaknya satu store Kokali akan memasok 300 kg biji kopi perbulan. Sehingga kami dapat meningkatkan permintaan biji kopi sebesar 60 ribu kg pertahunnya," ungkap Albert.

Sebagai informasi, sektor makanan dan minuman adalah salah satu penyumbang terbesar PDB nasional dengan kontribusinya sebesar 6,35% terhadap PDB nasional. Salah satu produk minuman yang tengah meningkat pesat di Indonesia adalah Kopi. 

Berdasarkan laporan Global Agriculture Information Network (GAIN) pada 2019/20, produksi kopi di Indonesia diperkirakan mencapai 10,7 juta kantong, meningkat 100.000 kantong dari 2018/19.

Konsumsi kopi pada 2019/20 juga mengalami peningkatan dan diperkirakan mencapai 4,9 juta kantong. Meningkatnya konsumsi kopi ini, dikarenakan adanya permintaan yang kuat untuk produk kopi ready-to-drink dan ekspansi ritel kopi, dari pengusaha lokal dan internasional, di Indonesia.

KOKALI menawarkan 15 ragam menu minuman kopi dan non-kopi yang dengan harga terjangkau mulai dari Rp15.000 hingga Rp32.000.

Menu rekomendasi KOKALI adalah Es Keren (Es Kopi Duren), Pablo Eskoba (Es Kopi Boba), Es Korans (Es Kopi Raffi Ahmad Nagita Slavina), Es Telepon, dan Es Telegram.